17 May 2012

PERSEPSI

Apa kabar Anda hari ini?
Kita acap kali dahadapkan pada perbedaan dalam memandang sesuatu, walau dengan alasan yang tampak logis dan masuk akal. Tidak jarang perbedaan bermuara menjadi konflik tak berkesudahan. Mari kita buktikan dengan permainan berikut ini.

Vas bunga atau wajah saling berhadapan? (Rubin face)

Pertanyaannya adalah, "a). VAS BUNGA atau b). WAJAH SALING BERHADAPAN??.."


Jawaban setiap individu bisa bervariasi, ada yang pilih salah satu, atau pilih keduanya, bahkan ada yang tidak memilih sama sekali. Apa penyebab perbedaan ini? Persepsi!

Pada topik ini, mata mencari bentuk atau wujud untuk menilai apa yang dilihatnya, sementara bentuk eksis dengan bantuan 'cahaya dan warna'. Bentuk diolah oleh mental menjadi signal dan diteruskan ke syaraf otak. Otak akan mencari ke rekaman memori untuk mengambil kesimpulan atas informasi sensorik yang diterima oleh retina mata.

Otak memanipulasi sehingga tampak logis dan masuk akal.

Permasalahannya, rekaman memori setiap manusia normal sekali pun tidak ada yang sempurna (cacat), dan terbatas. Penyebab cacat dan terbatas adalah 'latar belakang masa lalu' setiap individu manusia. Cacat lebih disebabkan oleh tekanan pisik-psikis, dan keterbatasan disebabkan kapasitas memori.

"Apabila pencarian otak tiba di titik cacat, dan informasi tidak ditemukan di dalam memori, maka otak dengan cepat  memanipulasi sehingga penilaian tampak logis dan masuk akal, inilah persepsi."

Apa manfaat yang dapat dipetik dari artikel ini? Dengan memahami proses pembentukan persepsi maka kita dapat memahami penyebab perbedaan persepsi, yaitu latar belakang masa lalu masing-masing diri kita sendiri.

Sejarah

Persepsi seperti di atas berdasarkan Gestalt Principles of Perception, Jerman, 1890, yaitu, "Persepsi dipengaruhi oleh di mana dan apa yang mengelilingi saat melihat, sehingga otak akan melengkapi gambaran tidak lengkap sesuai dengan memori yang ada—menjadi tampak utuh. Dalam hal ini konteks menjadi penting dalam menciptakan persepsi. (Gestalt = bentuk/wujud)

Contoh, saya memainkan lagu Somebody That I Used To Know - Gotye ft. Kimbra, di piano. Catatan not balok, nada dasar misalnya kunci C. Setelah selesai satu lagu, saya ulang dengan mengganti nada dasar ke A Mayor. Orang yang mendengarkan tetap mengatakan sama (Gotye ft. Kimbra), padahal catatan not balok tetap nada dasar kunci C.

Sekarang giliran Anda mengomentari, terima kasih.


Referensi

  1. Image diciptakan oleh Edgar John Rubin, 1886-1951, pakar phenomenologist asal Denmark. Gambar dikenal dengan istilah Rubin Face.
  2. Herz R. S. & Von Clef J., 2001
  3. Barnett-Cowan M (2010) "An illusion you can sink your teeth into: Haptic cues modulate the perceived freshness and crispness of pretzels" Perception 39, 1684-1686.

No comments:

Post a Comment

Tulis pertanyaan dan komentar di kolom berikut :)